#dfp1 Liga Primer Inggris Seharusnya Dihentikan Saja | Newsnesia

Liga Primer Inggris Seharusnya Dihentikan Saja



Newsnesia.net - Sudah hampir setengah musim pertandingan di Liga Inggris berjalan dan banyak menyajikan drama-drama pertandingan yang seru. Tak kurang dari 15 kemenangan disegel oleh Manchester City dalam 17 pertandingan Liga Primer yang sudah dimainkan musim ini. Dengan kata lain, tidak ada tim yang mampu menandingi keperkasaan Manchester Biru sejauh ini, sekalipun itu adalah saudara tua mereka, Manchester United.


Sudah 49 poin mereka kantongi ketika Liga Primer bahkan belum mencapai tengah musim. Menurut catatan dailymail.co.uk (14/12/2017), jumlah ini bahkan lebih besar dari angka yang mereka peroleh selama satu musim, yakni 1995-96, 2000-01, 2003-04, 2005-06 and 2006-07.

City pun berhak atas rekor baru sebagai tim dengan kemenangan beruntun di Liga Primer. BBC.com (14/12/2017) mencatat City mematahkan rekor kemenangan Arsenal (14 kali) yang mereka catat pada 2001-02 dan 2002-03.

Rekor mereka itu tak terlepas dari predikat baru City sebagai tim spesialis injury time karena mencetak 13 dari total 52 gol mereka sejauh ini di masa-masa kritis. Raheem Sterling menjadi aktor di balik julukan itu dengan mencetak gol penyelamat ke gawang Bournemouth, Huddersfield, dan Southampton.

Banyak pihak mungkin berpendapat bahwa kesuksesan the Citizens tak terlepas juga dari gelontoran uang yang dikeluarkan oleh manajemen klub di bursa transfer lalu. Situs transfermarkt.com mencatat City mengeluarkan uang hingga 395 juta poundsterling untuk memanjakan Pep Guardiola dalam membangun skuat idamannya musim ini.




Namun, apapun itu, City tetap layak mendapat kredit atas kesuksesan mereka. Sebaliknya, dominasi ini cukup mengancam keseruan Liga Inggris yang biasanya menghadirkan kejutan demi kejutan di setiap pertandingan.

Setelah MU yang merupakan tim terdekat dengan City gagal merobohkan kehebatan mereka, lantas tim mana yang mampu?

Sebelum tahun baru, lawan terberat yang akan dihadapi oleh Sergio Aguero dkk hanyalah Tottenham Hotspur. Setelahnya, penghuni Stadion Etihad itu hanya akan menghadapi Bournemouth, Newcastle, dan Crystal Palace.

Di atas kertas, tahun ini Spurs bukanlah saingan terberat bagi City. Apalagi, konsentrasi tim berlogo ayam jantan itu tengah berantakan di kompetisi domestik dengan hanya menyegel dua kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir.

Jika Spurs saja tidak mampu, apalagi Bournemouth, Newcastle, dan Crystal Palace yang kini terseok-seok di papan bawah.




Satu-satunya harapan Liga Inggris akan kembali panas adalah bursa transfer musim dingin di mana semua klub berkesempatan menambah amunisi untuk mempersiapkan putaran dua sekaligus babak paling krusial dalam perebutan juara.

Namun, jangan berharap terlalu tinggi juga pada winter transfer window karena sejarah mencatat tidak banyak klub-klub besar yang mau jor-joran di fase ini. Banyak faktor, salah satunya terdapat resiko bahwa pemain yang mereka beli tidak bisa lagi didaftarkan untuk kompetisi Eropa sehingga hanya pemain-pemain medioker yang bisa dibeli di jendela musim dingin.

Selain itu, jika City menyapu bersih pertandingan Liga Primer hingga akhir tahun, jarak poin dengan tim-tim di bawahnya akan semakin jauh. Kini, the Citizens dan United terpisah 9 angka. Bukan tidak mungkin selisih itu akan makin lebar di penghujung Desember.

Jika memang demikian, ada baiknya Liga Primer musim ini disudahi saja dan menyerahkan mahkota juara ke sisi biru kota Manchester.

Bagaimana pendapat kalian tantang hal ini?

Sumber berita
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
#dfp2
#dfp2