#dfp1 Di Era Gomez, Tolong Jangan Bayangkan Persib Bakal Bertabur Bintang | Newsnesia

Di Era Gomez, Tolong Jangan Bayangkan Persib Bakal Bertabur Bintang


Newsnesia.net - Persib adalah klub besar yang mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia. Namun mereka sering kali gagal membentuk tim yang bermain dengan baik ketika medatangkan banyak pemain bintang.

LABEL klub penuh ambisi dan doyan mengumpulkan pemain bintang seolah sudah melekat pada Persib Bandung, terutama sejak dikelola oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tahun 2009 silam.

Dengan kemampuan finansialnya, Persib memang hampir selalu bisa memenuhi hasratnya mendapatkan pemain bidikan, sekalipun pemain tersebut memiliki banderol di atas rata-rata pemain lokal maupun asing yang beredar di Indonesia.

Tapi di era kepelatihan Roberto Carlos Mario Gomez, bobotoh sepertinya jangan terlalu berharap melihat klub kesayangannya itu kembali menunjukkan tajinya dalam pembelian pemain. Sebab pelatih asal Argentina itu dengan tegas menyatakan tak membuka pintu kepada pemain yang cuma bermodal label bintang atau reputasi masa lalunya yang mengkilap.

Gomez menegaskan tak akan memberikan tempat kepada pemain yang merasa bintang atau pemain yang merasa pantas diperlakukan khusus. Gomez ingin memastikan pemain tersebut efektif untuk permainan tim dan sekalipun ada yang menganggap pemainnya adalah bintang, itu tak lebih dari sekadar istilah. "Jangan berpikir ada pemain bintang di klub ini, tempat pemain bintang bukan di sini," ujar Gomez seperti dilansir persib.co.id, Sabtu (16/12/2017).

Pelatih berusia 60 tahun itu pun cuek dan tak mau peduli melihat pergerakan para pesaing Maung Bandung seperti Sriwijaya FC dan Bali United yang cukup 'rakus' melakukan pembelian pemain bintang di bursa transfer.

Entah apa yang direncanakan Gomez, yang pasti dia ingin mengubah wajah Maung Bandung dan membangun kekuatan sesuai rencana kerja yang telah dia susun. "Kita bersama-sama harus bikin tim ini seperti keluarga," ungkapnya.

Gomez ingin membangun Persib yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Dia tak ingin ada jarak dan perbedaan di antara anak asuhnya. Kolektivitas dan soliditas akan jadi senjata utama saat memimpin Maung Bandung di Liga 1 Indonesia musim 2018.

Dan, Gomez secara tidak langsung berharap, bobotoh tidak buru-buru memberi harapan terlampau tinggi dan mengajarkan pentingnya kesabaran. Sebab mantan pelatih Johor Darul Ta'zim (JDT) FC tersebut lebih suka membangun skuat secara bertahap.

Nyatanya jika melihat pada fakta, kebijakan atau kebiasaan Persib mendatangkan pemain mahal dan label bintang lebih sering berujung kegagalan dibandingkan berhasilnya. Sebelum menjadi jawara ISL musim 2014 pun, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman butuh lebih dari semusim untuk membangun skuat juara yang akhirnya mampu menghasilkan trofi juara ISL musim 2014, juara Piala Wali Kota Padang 2015 dan juara Piala Presiden 2015.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
#dfp2
#dfp2